Jumat, 04 Juli 2014

Sisi Lain Peradaban Kota Balikpapan 2014

Balikpapan sebagai kota metropolitan adalah salah satu kota di Indonesia yang mempunyai tingkat kesibukan tertinggi di pagi dan siang hari, tetapi kota ini juga tidak tidur pada malam hari, kota ini terus aktif di malam hari, bagaikan bulan yang selalu menyinari, hal inilah yang membuat kota Balikpapan mempunyai nada tersendiri akan suasana kehidupan malamnya.

Namun Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini mendapat julukan sebagai kota dengan biaya termahal di Indonesia. Pasalnya, rata-rata pendatang mengeluhkan tinggi dan mahalnya harga barang di kota yang dikenal dengan sebutan kota minyak tersebut.



Dan yang dapat ku catat di kota ini adalah peradaban masyarakat kotanya yang sudah berangsur-angsur berubah tidak seperti peradaban silsilah, hilangnya kepercayaan kepada sesama, Pribahasa Loe Loe Gua,.



Bagaimana tidak, di awal tahun 2014 kemarin, aku sebagai daftar orang pencari kerja begitu sulitnya di terima kerja.
Satu yang tidak bisa hilang dari ingatan ku, pertama menginjakan kaki di kota ini pada alam hari, aku yang merantau jauh dari kampung halaman terpaksa malam itu menghampiri sebuah masjid untuk bermalam dengan niat menunggu hari esok untuk mencari tempat tinggal atau kost, akan tetapi masjid di kota ini ternyata tidak bisa semudah itu membiarkan perantauan seperti ku untuk menginap tidur di masjid itu meski sudah memintanya, Walau pun di izinkan akan tetapi harus dengan persyaratan menitipkan idenditas diri ke pengurus masjid tersebut, Inilah kota di tanah Borneo ku yang sudah berubah dengan peradaban warisan aslinya yang katanya pada zaman dahulu kala ramah dan bertata kerama baik, sekarang tanpa ada lagi kepercayaan,. Maka ku ambil kesimpulan bahwa kota ini sangat kejam, seseorang tanpa skill dan keahlian,. Maka bersiaplah untuk menjadi PENGANGGURAN,.


Inilah yang dapat aku tulis melalui menelusuran yang ku temui, ku rasakan dan yang aku alami, tentang kota Balikpapan kota beriman,.

Wassalam